Sabtu, 27 September 2014

Tugas dan Tanggung Jawab Kelembagaan UPK



Tugas dan Tanggung Jawab Umum
Kelembagaan UPK

  1. Bertanggung jawab terhadap seluruh pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan.
  2. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi dan pelaporan seluruh transaksi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.
  3. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan dokumen PNPM Mandiri Perdesaan baik yang bersifat keuangan maupun non keuangan.
  4. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana bergulir.
  5. Melakukan pembinaan terhadap kelompok peminjam.
  6. Melakukan sosialisasi dan penegakan prinsip-prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan bersama dengan pelaku Iainnya.
  7. Melakukan administrasi dan pelaporan setiap transaksi baik keuangan ataupun non-keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program.
  8. Membuat perencanaan keuangan (anggaran) dan rencana kerja sesuai dengan kepentingan program yang disampaikan pada BKAD/MAD.
  9. Membuat pertanggung jawaban keuangan dan realisasi rencana kerja pada BKAD/MAD sesuai dengan kebutuhan. Bahan laporan pertanggung jawaban disampaikan kepada seluruh pelaku desa yang tericait Iangsung satu minggu sebelum pelaksanaan.
  10. Melakukan evaluasi dan pemeriksaan langsung Rencana Penggunaan Dana (RPD) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) yang dibuat oleh desa dalam setiap tahapan proses PNPM Mandiri Perdesaan dan sesuai dengan ketentuan.
  11. Melakukan bimbingan teknis dan pemeriksaan secara langsung administrasi dan pelaporan pelaku desa.
  12. Membuat draft aturan perguliran yang sesuai dengan prinsip dan mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan untuk disahkan oleh BKAD/MAD dan menegakkan dalam pelaksanaan dengan tujuan pelestarian dana bergulir.
  13. Menyiapkan dukungan teknis bagi terbentuknya kerja sama dengan pihak luar/pihak lain dalam kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah.
  14. Melakukan penguatan kelompok peminjam dalam kelambagaan, pengelolaan keuangan. pengelolaan pinjaman. dan memfasilitasi pengembangan usaha kelompok atau pemanfaat.
  15. Membantu pengembangan kapasitas pelaku program melalui pelatihan, bimbingan lapangan, dan pendampingan dalam setiap kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.
  16. Mendorong transparansi dalam pengelolaan keuangan. pengelolaan pinjaman, perkembangan program dan informasi lainnya melalui papan informasi dan menyampaikan secara langsung kepada pihak yang membutuhkan.
  17. Melakukan fasilitasi (bersama pelaku lain) penyelesaian permasalahan-permasalahan yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan.

Tugas dan Tanggung Jawab
Ketua UPK

  1. Memastikan terjadinya pengendalian biaya operasional sesuai anggaran.
  2. Memastikan dilaksanakannya mekanisme dan prosedur pengelolaan keuangan dan kegiatan.
  3. Memastikan pelaksanaan fungsi pembukuan/pencatatan transaksi keuangan.
  4. Melakukan otorisasi terhadap penerimaan dan pengeluaran keuangan di UPK.
  5. Melakukan verifikasi terhadap anggaran yang dibuat oleh bendahara.
  6. Melakukan verifikasi dan validasi atas laporan keuangan.
  7. Menyetujui rencana pengadaan/pembelian inventaris dan administrasi kantor.


Tugas dan Tanggung Jawab
Bendahara UPK

  1. Melaksanakan fungsi penerimaan dan penyaluran dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan dan Dana Bergulir.
  2. Melakukan pencatatan transaksi keuangan, khususnya transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas maupun bank.
  3. Melakukan perhitungan terhadap saldo kas dan bank pada setiap penutupan transaksi.
  4. Membuat rekonsiliasi bank pada setiap penutupan transaksi/tutup buku bulanan.
  5. Pada akhir bulan, membuat Laporan Keuangan UPK terkait BLM Dana Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dan Dana Berg u Ii r.
  6. Mengelola dokumen dan arsip terkait penge!olaan keuangan
  7. Melakukan pembinaan terkait pembukuan dan pelaporan keuangan terhadap TPK.
  8. Membuat perencanaan keuangan dan anggaran.

Tugas dan Tanggung Jawab
Sekretaris UPK
  1. Merencanakan dan melakukan pembelian/pengadaan
  1. administrasi kantor
  2. Mengelola dokumen dan arsip keuangan (selain buku kas, buku bank dan buku rekening) serta dokumen non keuangan seperti surat-surat, berita acara dan notulen musyawarah, dll.
  3. Mengelola inventaris dan asset kantor lainnya (selain kas, bank dan piutang).
  4. Membantu bendahara dalam membuat laporan keuangan dengan melakukan input transaksi keuangan ke dalam aplikasi/program dan catatan transaksi pada buku kas dan buku bank yang sduah dibuat oleh bendahara.


Tugas dan Tanggung jawab Tim Verifikasi
  1. Memeriksa kelengkapan dokumen setiap usulan yang diajukan masing-masing desa.
  2. Melakukan observasi lapangan untuk memeriksa kesesualan yang ditulis dalam usulan dengan fakta di lapangan.
  3. Memeriksa kesesuaian usulan dengan kriteria dan tujuan PNPM Mandiri Perdesaan, serta bersama dengan BKAD memeriksa keterkaitan usulan antar desa sebagai suatu konsep pengembangan wilayah.
  4. Menyampaikan usuan kegiatan kepada Fasilitator Kabupaten agar dilakukan pemeriksaan kembali.
  5. Membuat rekomendasi terhadap hasil pemeriksaan usulan kegiatan.
  6. Menyampaikan dan menjelaskan rekomendasi hasil pemeriksaan usulan kegiatan kepada peserta MAD.



Tugas dan tanggung jawab PL

  1. Melakukan pemantapan terhadap pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di desa sesuai dengan pengaturan tugas dan fasilitator kecamatan,
  2. Membantu fasilitator kecamatan dalam melaksanakan pemeriksaan kegiatan di lapangan,
  3. Membantu fasihtator kecamatan dalam melakukan bimbingan pada KPMD mengenai keg iatan pemberdayaan, transparansi dan manajemen,
  4. Membantu fasilitator kecamatan dalam melaksanakan pelatihan kepada TPK dan masyarakat.
  5. Membenkan bimbingan dan masukan atau saran teknis maupun non teknis kepada Tim Pengelola Kegiatan,
  6. Membuat gambar kerja sesuai petunjuk Fasilitator Teknik Kecamatan (FKT) dan membantu dalam pembuatan gambar desain dan gambar puma laksana,
  7. Membimbing dan memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai cara-cara menjaga kelestarian lingkungan,
  8. Memberikan bimbingan dan masukan tentang cara-cara administrasi. pembukuan serta pengarsipan Tim Pengelola Kegiatan,
  9. Membantu dan membimbing Tim Pengelola Kegiatan dalam penyiapan serta proses pra audit.
  10. Mengumpulkan informasi tentang aspek non teknis antara lain:
  1. partisipasi, memeriksa keluhan masyarakat untuk disampaikan kepada Fasilitator Kecamatan,
  1. Membimbing KPMD dalam menginventarisasi kebutuhan masyarakat dalam kaitannya dengan rencana jangka panjang masyarakat,
  2. Memfasilitasi proses pemeliharaan hasd kegiatan, pengembangan dan pelestariannya, serta pengembalian pinjaman dana bergulir.




Tugas dan tanggung jawab BP-UPK adalah:

  1. meakukan pemeriksaan dan evaluasi transaksi. bukti transaksi. dokumen-dokumen, pelaksanaan administrasi dan pelaporan pengeloloan keuangan dan pinjaman yang dikeoIa oeh UPK.
  2. melakukan pengawasan terhadap ketaatan UPK pada prinsip dan mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan,
  3. melakukan pengawasan ketaatan UPK terhadap aturan-aturan MAD, termasuk aturan perguliran.
  4. memantau Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus UPK
  5. memantau Realisasi anggaran UPK dan rencana kerja UPK.
  6. memantau Pelaksanaan tugas dan tanggung awab tim lain yang dibentuk MAD dalam peaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan.
  7. menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tugasnya kepada MAD/BKAD.


rugas dan tanggungjawab BKAD
Tugas dan tanggung jawab BKAD secara umum meliputi:
a. Manajemen Pembangunan Partisipatif
1.        Meningkatkan kualitas forum-forum musyawarah yang dilakukan masyarakat baik di desa maupun antar desa,
2.        Memantau dan memberikan bimbingan kepada pelaku terkait dengan p&aksanaan MMDD dan Perencanaari Pembangunan Desa (PPD),
3.        Melakukan pengelolaan hasil-hasil musyawarah desa dan antar desa dalam kaitan pembangunan partisipalif.
4.        Menjembatani terwujudnya penggahan gagasan yang Iebih berpihak kepada kebuluhan pengembangan wilayah antar desa/ kawasan perdesaan.
5.        Mendorong terwujudnya kelembagaan masyarakat yang Iebih aktif/dinamis dan partisipatil.
6.        Memotivasi dan mendorong kelompok RTM agar berperan aktif dalam setiap kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian kegiatan.
7.        Meningkatkan kapasitas pelakupelaku yang ada di desa dan kecamatan dalam kaitan pengeIoaan pembangunan partisipatif.
8.        Melakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan berkala setiap perkembangan kegiatan.
9.        Menjaga sistem, mekanisme. prosedur, aturan main. dan prinsipprinsip pembangunan partisipatif
10.    Mendorong Iahimya perdes partisipatif berkaitan dengan kelembagaan, dan hasil-hasil pembangunan partisipatif.
11.    Menjalin sinergitas dan koordinast dengan pemerintah daerah, dunia usaha. dunia pendidikan. legislatif dan pelaku Iainnya dalam rangka memperkuat manajemen pembangunan partisipatif.

b. Manajemen Kegiatan Antar Dosa
  1. Memfasilitasi pembahasan. perumusan, dan penyusunan kesepakatan kesepakatan kerja sama antar desa dan kerjasama dengan pihak ketiga.
  2. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kerja sama antar desa
  3. Melakukan identifikasi potensi desa yang dapat dkem bangkan menjadi sentra pengem bangan ekonomi. sosial. dan budaya antar desa.
  4. Melakukan kelola informasi potensi desa-desa dalam Iingkup wilayahnya.
  5. Memfasilitasi penanganan dan penyelesaian masalah perselisihan antar desa dan masalah lain yang timbul dan pelaksanaan kerja sama antar desa.
  6. Memfaslitasi keberlanjutan fungsi-fungsi kelembagaan desa dan antar desa dalam pengelolaan kegiatan dan kerja sama antar desa
  7. Mengelola informasi masyarakat antar desa untuk menumbuhkan semangat transpararsi. akuntabilitas. dan kerja sama.
  8. Meningkatkan kapasitas pelaku-pelaku yang ada di desa dan antar desa dalam kaitan pengelolaan kegiatan antar desa
  9. Mendorong pelaksanaan pelestanan hasil-hasil keg atan desa dan antar desa.
c. Manajemen Aset Produktif
  1. Memfasilitasi terbentuknya kerja sama dengan pihak ketiga dalam kaitan pengelolaan aset produktif. sumber daya lokal, teknologi tepat guna.
  2. Mendorong pengembangan UPK sebagai pengelola kegiatan yang handal. dengan basis kegiatan sebagai lembaga keuangan mikro dan lembaga pengelola teknis program
  3. Membantu dan mendorong fasilitasi akses sumber bantuan bagi kelompok dan atau lembaga usaha masyarakat baik produksi. distribusi maupun pemasaran.
  4. Mendorong terbentuknya kelompok dan lembaga usaha desa yang berbasis pada pengembangan sumber daya ekonomi lokal.
  5. Melakukan kajian dan evaluasi sederhana tentang pelaku-petaku ekonomi di wilayahnya.
  6. Mendorong pengembangan BP-UPK sebagai badan pengawas dan pemenksa keuangan UPK yang handal dan dapat dipercaya.
  7. Mendorong pengembangan lembaga penunjang UPK sesuai dengan kebutuhari tugas pokok dan fungsi masingmasing.
  8. Meningkatkan efektivitas pemberlakuan dan pelaksanaan sanksi lokal sebagal komitmen bersama.

d. Pengolola Program PNPM Maupun Pihak Ketiga
1.      Melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
2.      Memberikan memotivasi terhadap pelaku-pelaku kecamatan dan desa terkait dengan pelaksanaan kegiatan.
3.      Melakukan pemantauan setiap tahapan kegiatan.
4.      Mendorong kualitas partisipasi dan keswadayaan masyarakat
5.      Melakukan evaluasi kinerpa UPK tericait dengan tugas sebagai pengelola teknis program.
6.      Mengkoordinasikan tugas pemantauan kegiatan sarana prasarana sosial dasar dan ekonomi.
7.      Mengkoordinasikan tugas pengawasan tertiadap pelaksanaan pioses pengelolaan teknis program.
8.      Meningkatkan kinerja tim pelestanan (TP3D) yang telah terbentuk dan mendorong pihak desa untuk mengembangkan kegiatan pelestarian hasl-hasiP kegeatan
9.      Melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hash kinerja pengelolaan program, balk pengelolaan teknis oleh UPK maupun lembaga Iainnya

KASUS – KASUS KEKURANGAN ZAT PEMBANGUN ATAU PROTEIN



Kekurangan zat pembangun atau protein merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Kekurangan zat pembangun atau protein disebabkan karena defisiensi makronutrient (zat gizi makro). Meskipun sekarang ini terjadi pergeseran masalah gizi dari defisiensi makronutrient kepada defisiensi mikronutrient, tetapi beberapa daerah di Indonesia prevalensi kekurangan zat pembangun atau protein masih tinggi (> 30%) sehingga memerlukan penanganan intensif dalam upaya penurunan prevalensi kekurangan zat pembangun atau protein (KEP).
Penyakit akibat KEP ini dikenal dengan kwashiorkor, marasmus, dan marasmik kwashiorkor. Kwashiorkor disebabkan karena kurang protein. Marasmus disebabkan karena kurang energi dan marasmik kwashiorkor disebabkan karena kurang energi dan protein. Adapun yang menjadi penyebab langsung terjadinya KEP adalah konsumsi yang kurang dalam jangka waktu yang lama. Pada orang dewasa, KEP timbul pada anggota keluarga rumahtangga miskin olek karena kelaparan akibat gagal panen atau hilangnya mata pencaharian. Bentuk berat dari KEP di beberapa daerah di Jawa pernah dikenal sebagai penyakit busung lapar atau HO (Honger Oedeem).
Di Indonesia masalah kekurangan pangan dan kelaparan merupakan salah satu masalah pokok yang dihadapi memasuki Repelita I dengan banyaknya kasus HO dan kematian di beberapa daerah. Oleh karena itu tepat bahwa sejak Repelita I pembangunan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk merupakan tulang punggung pembangunan nasional kita. Bahkan sejak Repelita III pembangunan pertanian tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan pendapatan petani, tetapi secara eksplisit juga untuk meningkatkan keadaan gizi masyarakat.



1.   Kwasiorkor.
Istilah kwashiorkor pertamakali diperkenalkan oleh Dr. Cecily Williams pada tahun 1933, ketika ia menemukan keadaan ini di Ghana, Afrika. Dimana dalam bahasa Ghana kwashiorkor artinya penyakit yang diperoleh anak pertama, bila anak kedua sedang ditungu kelahirannya.
Kwashiorkor lebh banyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang sering terjadi pada anak yang terlambatmenyapih, sehingga komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein. Kwashiorkor dapat terjadipada konsumsi energi yang cukup atau lebih.

Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Otot-otot berkurang dan lemah.
- Edema.
- Muka bulat seperti bulan (moonface)
- Gangguan psikimotor.

Ciri khas dari kwashiorkor yaitu terjadinya edema di perut, kaki dan tangan. Kehadiran kwashiorkor erat kaitannya dengan albumin serum. Pada kwashiorkor gambaran klinik anak sangat berbeda. Berat badan tidak terlalu rendah, bahkan dapat tertutup oleh adanya udema, sehingga penurunan berat badan relatif tidak terlalu jauh, tetapi bila pengobatan odema menghilang, maka berat badan yang rendah akan mulai menampakkan diri. Biasanya berat badan tersebut tidak sampai dibawah 60 % dari berat badan standar bagi umur yang sesuai.

Ciri-ciri :
-     Rambut halus, jarang, dan pirang kemerahan kusam.
-     Kulit tampak kering (Xerosis) dan memberi kesan kasar dengan garis-garis permukaan yang jelas.
-     Didaerah tungkai dan sikut serta bokong terdapat kulit yang menunjukkan hyperpigmentasi dan kulit dapat mengelupas dalam lembar yang besar, meninggalkan dasar yang licin berwarna putih mengkilap.
-     Perut anak membuncit karena pembesaran hati.
-     Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat perlemkan sel-sel hati.


2.   Marasmus.
Marasmus berasal dari kata Yunani yang berarti wasting merusak. Marasmus umumnya merupakan penyakit pada bayi (12 bulan pertama), karena terlambat diberi makanan tambahan. Hal ini dapat terjadi karena penyapihan mendadak, formula pengganti ASI terlalu encer dan tidak higienis atau sering terkena infeksi. Marasmus berpengaruh dalam waku yang panjang terhadap mental dan fisik yang sukar diperbaiki.

Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat banyak di antara kelompok sosial ekonomi rendah di sebagian besar negara sedang berkembang dan lebih banyak dari kwashiorkor.

Gejalanya :
- Pertumbuhan terhambat.
- Lemak dibawah kulit berkurang.
- Otot-otot berkurang dan melemah.
- Erat badan lebih banyak terpengaruh dari pada ukuran kerangka, seperti : panjang, lingkar kepala dan lingkar dada.
- Muka seperti orang tua (oldman's face).

Pada penderita marasmus biasanya tidak ada pembesaran hati (hepatomegalia) dan kadar lemak serta kholesterol didalam darah menurun. Suhu badan juga lebih rendah dari suhu anak sehat, dan anak tergeletak in-aktif, tidak ada perhatian bagi keadaan sekitarnya.

3.  Marasmik Kwashiorkor
Marasmik kwashiorkor adalah suatu sindrom protein calorie malnutrition di mana ditemukan gejala-gejala marasmus dan juga terdapat gejala-gejala kwashiorkor. Jadi, marasmik kwashiorkor merupakan sindrom perpaduan dari marasmus dan kwashiorkor.

JENIS TANAH




TANAH  ANDOSOL



Kata Andosol berasal dari kata “Ando” yang berarti hitam dan kata “sol” yang artinya tanah. Maka Andosol itu berarti tanah yang berwarna hitam. Tanah Andosol / tanah vulkanis ini memiliki ciri khas yang sangat mudah dikenal. Sesuai namanya, tanah ini memiliki warna yang gelap atau hitam, abu-abu, coklat tua hingga warna kekuningan. Tanah ini berasal dari sisa abu vulkanik dari letusan suatu gunung berapi. Oleh karenanya, tanah ini mudah dijumpai di daerah sekitar lereng gunung berapi.
Tanah Andosol ini sangat subur untuk ditanami dan tanah ini bertekstur gembur hingga menyerupai lempung, bahkan di beberapa wilayah, tanah ini bertekstur debu. Hal ini menjadi salah satu alasan petani menyukai tanah Andosol ini. Tanah ini mudah saat diolah. Mudah untuk  saat dicangkul dan salah satu kelebihannya memiliki pori-pori tanah sehingga sirkulasi udara mudah masuk kedalam akar-akar tanaman. Sehingga tanaman yang ditanami memiliki kemungkinan panen yang lebih tinggi karena tumbuhan tersebut memiliki pasokan udara yang cukup. Tanah Andosol ini biasanya digunakan sebagai lahan perkebunan untuk menanam tanaman seperti the, kopi, pinus, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan tanah ini memiliki unsur hara sedang hingga rendah (N,P, dan K). Selain sebagai lahan perkebunan, tanah Andosol ini juga dapat dipakai sebagai lahan pertanian, biasanya dimanfaatkan untuk sawah, sayur-sayur, bunga potong, dan juga palawija. Walaupun memilik banyak kelebihan, tetapi tak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula tanah ini. Tanah ini memiliki banyak kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah :
Mudah Longsor
Tanah ini memiliki tekstur tanah yang gembur. Walaupun mudah saat pengolahannya, tanah dengan tekstur ini dapat menjadi masalah karena dengan kondisi tekstur yang gembur dan rapuh membuat tanah jenis ini sangat mudah terseret oleh air hujan, angin dan longsor atau mengalami erosi. Karena kekurangan itulah, para petani banyak menyiasatinya dengan menggunakan sistem tanam berteras.  Semua tau apa itu sistem tanam berteras? Sistem tanam berteras menyiasati tanah yang muda longsor ini dengan menanam rumput atau juga tanaman keras penguat teras di antara sela-sela teras bertingkat.

Secara Ringkas Tanah Andosol  :
  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi

TANAH  MERGEL


Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur, pasir dan tanah liat. Pembentukan tanah mergel dipengaruhi oleh hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Tanah mergel termasuk jenis tanah yang subur dan banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah, misalnya Solo (Jawa Tengah), Madiun, dan Kediri (Jawa Timur).
Ciri-ciri
Tanah mergel termasuk jenis tanah yang subur dan banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah.
Persebaran
Sekitar Pulau Jawa, missal Solo (Jawa Tengah), Madiun, dan Kediri (Jawa Timur).
Suhu
Karena banyak terdapat di lereng pegunungan (curah hujan di lereng pegunungan tidak tentu, karena daerah baying-bayang hujan) dan dataran rendah. Maka dapat kita lihat tanah ini merupkan tanah suhunya tinggi.




TANAH  GAMBUT

Tanah Gambut

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi[1]. Tanah yang terutama terbentuk di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat; dan lahan-lahan bergambut di berbagai belahan dunia dikenal dengan aneka nama seperti bog, moor, muskeg, pocosin, mire, dan lain-lain. Istilah gambut sendiri diserap dari bahasa daerah Banjar.
Sebagai bahan organik, gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 trilyun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 miliar terajoule

 

Pembentukan gambut

Gambut terbentuk tatkala bagian-bagian tumbuhan yang luruh terhambat pembusukannya, biasanya di lahan-lahan berawa, karena kadar keasaman yang tinggi atau kondisi anaerob di perairan setempat. Tidak mengherankan jika sebagian besar tanah gambut tersusun dari serpih dan kepingan sisa tumbuhan, daun, ranting, pepagan, bahkan kayu-kayu besar, yang belum sepenuhnya membusuk. Kadang-kadang ditemukan pula, karena ketiadaan oksigen bersifat menghambat dekomposisi, sisa-sisa bangkai binatang dan serangga yang turut terawetkan di dalam lapisan-lapisan gambut.
Lazimnya di dunia, disebut sebagai gambut apabila kandungan bahan organik dalam tanah melebihi 30%; akan tetapi hutan-hutan rawa gambut di Indonesia umumnya mempunyai kandungan melebihi 65% dan kedalamannya melebihi dari 50cm. Tanah dengan kandungan bahan organik antara 35–65% juga biasa disebut muck.
Pertambahan lapisan-lapisan gambut dan derajat pembusukan (humifikasi) terutama bergantung pada komposisi gambut dan intensitas penggenangan. Gambut yang terbentuk pada kondisi yang teramat basah akan kurang terdekomposisi, dan dengan demikian akumulasinya tergolong cepat, dibandingkan dengan gambut yang terbentuk di lahan-lahan yang lebih kering. Sifat-sifat ini memungkinkan para klimatolog menggunakan gambut sebagai indikator perubahan iklim pada masa lampau. Demikian pula, melalui analisis terhadap komposisi gambut, terutama tipe dan jumlah penyusun bahan organiknya, para ahli arkeologi dapat merekonstruksi gambaran ekologi pada masa purba.
Pada kondisi yang tepat, gambut juga merupakan tahap awal pembentukan batubara. Gambut bog yang terkini, terbentuk di wilayah lintang tinggi pada akhir Zaman Es terakhir, sekitar 9.000 tahun yang silam. Gambut ini masih terus bertambah ketebalannya dengan laju sekitar beberapa milimeter setahun. Namun gambut dunia diyakini mulai terbentuk tak kurang dari 360 juta tahun silam; dan kini menyimpan sekitar 550 Gt karbon.
Pemanfaatannya tanah gambut untuk pertanian pasang surut
Persebaran tanah gambut berada di Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan


TANAH  KAPUR




Tanah kapur atau tanah mediteran merupakan tanah yang terbentuk dari bebatuan kapur yang sudah melapuk. Tanah kapur tidak memiliki unsur hara sama sekali sehingga tanah ini tidak subur. Walaupun demikian tanah ini masih bisa digunakan untuk pertanian yaitu, sebagai media penurun tingkat keasaman tanah menjadi netral dengan pemakaian yang sesuai.

Kapur dalam tanah memiliki kandungan kalsium dan magnesium tanah. Hal ini terjadi karena keberadaan kedua unsur tersebut sering ditemukan berasosiasi dengan karbonat. Secara umum pemberian kapur ke tanah dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah serta kegiatan jasad renik tanah. Bila ditinjau dari sudut kimia, maka tujuan pengapuran adalah menetralkan kemasaman tanah.

Kandungan Ca dan mg yang tinggi dalam tanah kapur berhubungan dengan taraf perkembangan tanah tersebut, semakin tua tanahnya, akan semakin kecil pula kandungan kedua zat tersebut. Kadar tinggi berkaitan dengan pH yang netral. Sebagai unsur hara makro Ca dan Mg mempunyai fungsi yang penting pada tanaman. Kalsium (Ca) berperan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan dan sering pula menetralkan bahan racun dalam jaringan tanaman. Magnesium (Mg) merupakan komponen dari klorofil dan berperan pula dalam pembentukan lemak dan minyak pada tumbuhan. Kekurangan kedua zat ini dalam tanah dapat menghambat perkembangan normal pada jaringan muda.

Kandungan kapur dari setiap jenis tanah berbeda-beda. Kandungan kapur dari lapisan atas tentu berbeda dengan lapisan di bawahnya. Hal ini disebabkan oleh adanya proses pelindian kapur pada lapisan atas oleh air yang akan diendapkan pada lapisan bawahnya. Selain itu keberadaan kapur tanah sangat dipengaruhi oleh batuan induk yang ada pada lokasi tanah tersebut. Pengaruh iklim terhadap pembentukan dan perkembangan profil tanah sangat bergantung pada besarnya air yang mampu melewati lapisan tanah.

Selain sebagai untuk bahan menetralkan tingkat keasaman tanah, batuan kapur banyak dimanfaatkan manusia sebagai bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan kapur digunakan sebagai penimbun khususnya tanah kapur, sebagai pondasi bangunan khususnya batu kapur, untuk barang kerajinan dan keramik khususnya batu marmer dan sebagai bahan campuran adonan semen.

Di Indonesia tanah kapur ini banyak di jumpai di Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jawa tengah merupakan pusat produksi pupuk kapur atau dolomit.

GUNUNG AKTIF DI INDONESIA

GUNUNG  KERINCI
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.
Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.
Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A

 

Flora dan Fauna

Tumbuhan dataran rendah didominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa Bunga Raflesia Rafflesia Arnoldi dan Suweg Raksasa Amorphophallus Titanum. Pohon cemara juga tumbuh di Gunung Kerinci. Dengan Taman Nasional Leuser, taman ini terhalang oleh Danau Toba dan Ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di Taman Leuser ada di sini, seperti tapir (Tapirus indicus) dan kuskus (Tarsius bancanus).
Banyak terdapat binatang khas Sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primata seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang, dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung.



GUNUNG  BROMO


Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.



Sejarah letusan

Selama abad XX, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2011.

Bromo sebagai gunung suci

Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.


GUNUNG SINABUNG
Gunung ini terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang memiliki tinggi mencapai 2.460 m di atas permukaan air laut. Gunung ini tidak pernah meletus sejak tahun 1600, namun mendadak aktif kembali dan meletus sejak tahun 2010 serta kembali meletus sejak tahun 2013 hingga sekarang.
Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter.
Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600,[2] tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.

 

Letusan Gunung Sinabung

Agustus 2010

Gunung Sinabung dilihat dari Gundaling pada 13 September 2010
Pada 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis.[3] Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava.

September 2010

Pada tanggal 3 September, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer. Letuasn kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini.
Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.

Letusan 2013—14

Pada tahun 2013, Gunung Sinabung meletus kembali, sampai 18 September 2013, telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman.
Letusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km. Pada tanggal 20 November 2013 terjadi enam kali letusan sejak dini hari. Erupsi (letusan) terjadi lagi empat kali pada tanggal 23 November 2013 semenjak sore, dilanjutkan pada hari berikutnya, sebanyak lima kali.[18] Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung. Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak 80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik.


Gunung Anak Krakatau

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.Gunung Kratau yang meletus , getarannya terasa sampai Eropa.
Gunung ini terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung ini memiliki tinggi 230 m di atas permukaan air laut, beberapa ahli geologi memperkirakan bila gunung ini akan kembali meletus antara tahun 2015 hingga 2083. Gunung ini terakhir meletus pada 2 September 2012 dengan memuntahkan material pijar hingga di ketinggian 200 sampai 300 m.